Promo Sebar Iklan
📢 Promo hari ini pasang iklan di internet murah 🚀 Buruan sebar iklan massal murah ke 1.000 website, hanya 150 ribu! 👉 Posting iklan di website Iklan Maluku Utara ini hanya Rp10.000 rupiah iklan tampil selamanya, hubungi Kami! 🎯 Jangan sungkan untuk kerjasama lainnya, hubungi Kami! 💥 Posting iklan di 50 website! dikerjakan manual ada Diskon besar !!!
thumbnail

Tnuk: Populasi Badak Jawa Tinggal 50 Ekor

Ujung Kulon - Balai Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK) memperkirakan populasi Badak Jawa di kawasan yang dikelolanya saat ini diperkirakan hanya tinggal 50 ekor.

Melalui program penangkaran yang diresmikan Menhut dan Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah Senin (21/6), kata Kepala Balai Taman Nasional Ujung Kulon, Agus Priambudi, di Ujung Kulon, Pandeglang, Selasa, populasi Badak Jawa diharapkan bertambah menjadi 75 ekor pada 2015.

Menteri Kehutanan, Zulkifli Hasan, bersama Gubernur Banten, Ratu Atut Chosiyah, Senin (21/6) mencanangkan dan mendeklarasikan hari konservasi badak Indonesia.

Menurut Agus, tanggal 21 dideklarasikan sebagai hari Konservasi badak Indonesia untuk mengingatkan masyarakat Indonesia agar bisa menjaga dan melestarikan Badak Jawa (Rhinocerus Sondaicus) yang merupakan spesies paling langka di dunia.

"Pencanangan ini untuk mengingatkan masyarakat agar selalu menjaga dan melestarikan badak, khususnya Badak Jawa yang hanya ada di TNUK," kata Agus Priambudi.

Selain deklarasi penangkaran Badak Jawa dan pencanangan hari konservasi badak Indonesia, organisasi internasional konservasi alam dan sumberdaya alam (IUCN) dalam kesempatan tersebut mencanangkan tanggal 21 Juni sebagai hari badak internasional.

Agus Priambudi mengatakan, lokasi penangkaran Badak Jawa dipusatkan di area 3000 hektare dari luas habitat populasi badak jawa di TNUK sekitar 38 ribu hektar.

Lokasi penangkaran tersebut berada di kawasan Gungung Honje bagian Selatan yang dipagari aliran listrik setinggi 2 meter sepanjang 24 kilo meter.

"Nantinya Badak Jawa tersebut akan digiring oleh tim ahli dan peneliti badak ke lokasi tersebut. Pagar listrik tersebut tidak membahayakan karena hanya memberi efek kejut saja," kata Agus.

Penangkaran tersebut bertujuan mencegah perburuan dan gangguan hewan lainnya terhadap populasi Badak Jawa serta menjamin ketersediaan pakan, air serta menjadikan lokasi perkembangbiakan satwa langka itu.
Jadi Mitra Unikbaca.com