Website Iklan Tayang Selamanya
Selamat datang di situs web periklanan jaringan unikbaca.com "Semoga Hari Anda Selalu Menyenangkan!"
Setidaknya satu iklan Anda posting juga di situs web iklan ini!
Agar pengunjung atau pengakses dapat mencari dan tahu usaha Anda
📝 POSTING Hari ini DISKON 50%

Tampilkan postingan dengan label Sport. Tampilkan semua postingan
thumbnail

Belanda vs Spanyol

Getty Images

Dua tim dengan karakter permainan relatif berbeda; Spanyol dengan permainan passing mengesankan, dan Belanda dengan serangan eksplosif, akan bertemu untuk menjadi juara dunia kali pertama.

Keduanya adalah negara dengan tradisi sepakbola luar biasa, melahirkan banyak bintang di setiap generasi, dan memiliki klub-klub terhormat di Eropa. Namun tidak sekali pun menjadi juara Piala Dunia.

Belanda dua kali mencapai final Piala Dunia; 1974 dan 1978, dan dikalahkan tuan rumah. Spanyol selalu datang ke Piala Dunia dengan sekumpulan pemain berbakat, tapi baru kali ini bisa mencapai final.

Selama setengah abad Spanyol berstatus underachiever. Belanda kesulitan mengembalikan era keemasan total football.

Belanda memperlihatkan kekuatannya ketika mengalahkan Uruguay 3-2. Spanyol memperagakan permainan passing paling mengesankan saat membuat Jerman tak berdaya, dan mengalahkannya 1-0.

Pelatih Bert van Marwijk secara terbuka mengakui kualitas permainan Spanyol, dan menyebut La Furia Roja yang terbaik di muka bumi pada saat ini. Spanyol terkesan dengan performa Belanda, yang menang berturutan di 14 laga; mulai dari kualifikasi, persahabatan, sampai semifinal Piala Dunia.

Spanyol mengawali Piala Dunia dengan kekalahan atas Swiss 1-0. Kekalahan itu yang kali kedua dalam 53 laga terakhir.

Van Marwijk mengatakan dirinya tidak tertarik melihat rekor timnya dan Spanyol. Ia juga tidak peduli apa kata dunia, tentang siapa paling difavoritkan.

"Yang kami pikirkan adalah bagaimana kami bermain dengan gaya kami, dan meladeni permainan Spanyol," katanya.

Spanyol dan Belanda jarang bertemu di satu turnamen. Pertemuan terakhir keduanya terjadi November 1983, di kualifikasi Euro 1984, di Rotterdam. Belanda menang 2-1 lewat gol Ruud Gullit.

Belanda akan turun dengan skuad terbaiknya. Gregory van der Wiel dan Nigel de Jong, yang absen saat melawan Uruguay di semifinal, telah bisa menjadi starter.

Di kubu Spanyol, Fernando Torres bukan lagi ancaman, tapi David Villa berpotensi membuat Belanda mengenyam kekalahan final ketiga. Andres Iniesta diprediksi akan membuat lini belakang Belanda kocar-kacir.

Meski mampu bermain cepat dengan umpan-umpan pendek, dan piawai menguasai bola, Spanyol tidak terbiasa bermain terbuka. Jerman sebenarnya tahu apa yang harus dilakukan untuk menghadapi Spanyol. Mereka menerapkan memainkan counter-attacking, tapi tak berjalan.

Belanda tampaknya akan memainkan serangan balik cepat, dengan umpan-umpan panjang, tapi mereka harus lebih dulu melumpuhkan lapangan tengah Spanyol agar tidak bernasib sama seperti Jerman.

Orange punya pengalaman menghadapi tim dengan permainan umpan pendek, saat melawan Meksiko, dan mereka bisa mengatasinya dengan umpan-umpan panjang.

Vicente del Bosque mengatakan dirinya tidak akan bermain seperti ketika menghadapi Jerman. Ia tahu Belanda telah mempersiapkan antisipasinya.

"Belanda adalah negara dengan tradisi sepakbola hebat. Mereka ingin menuntaskan penantian panjang akan trofi Piala Dunia," kata Del Bosque.

"Kami harus mencari cara lain untuk menghadapinya," demikian Del Bosque.

Belanda
19-06-2010 Belanda 1 - 0 Jepang
25-06-2010 Kamerun 1 - 2 Belanda
28-06-2010 Belanda 2 - 1 Slovakia
02-07-2010 Belanda 2 - 1 Brasil
07-07-2010 Uruguay 2 - 3 Belanda

Spanyol
22-06-2010 Spanyol 2 - 0 Honduras
26-06-2010 Cili 1 - 2 Spanyol
30-06-2010 Spanyol 1 - 0 Portugal
04-07-2010 Paraguay 0 - 1 Spanyol
08-07-2010 Jerman 0 - 1 Spanyol


<img alt=
Spanyol tidak akan bermain seperti ketika melawan Jerman. Belanda yakin tak bernasib sama seperti Jerman.">
Situasi Belanda

Skuad Bert van Marwijk sehat sempurna. Meski sejumlah bintang Oranje istirahat latihan Jumat lalu, Van Marwijk tak ragu menurunkan semuanya dalam laga pamungkas ini.

Penjaga gawang Maarten Stekelenburg punya masalah dengan pinggulnya, tapi dia berlatih normal. Demy de Zeeuw, yang punya masalah dengan giginya, tidak mengeluh lagi.

Namun De Zeeuw dan Khalid Boulahrouz akan duduk di bangku cadangan, karena Gregory van der Wiel dan Nigel de Jong kembali dari masa hukuman.

Prakiraan Susunan Pemain: Stekelenburg; Van der Wiel, Heitinga, Mathijsen, Van Bronckhorst; Van Bommel, De Jong; Robben, Sneijder, Kuyt; Van Persie


Situasi Spanyol

Seperti rekannya di kubu Belanda, Vicente del Bosque juga akan menurunkan seluruh pemain intinya. Fernando Torres kemungkinan duduk di bangku cadangan, khususnya setelah Pedro tampil mengesankan di semifinal.

Spanyol membutuhkan Raul Albiol dalam laga ini, tapi sang defender tak bisa berlaga. Baginya Piala Dunia telah usai sejak jauh-jauh hari.

Prakiraan Susunan Pemain: Casillas; Ramos, Pique, Puyol, Capdevila; Busquets, Alonso; Pedro, Xavi, Iniesta; Villa


Pemain Layak Diamati

Wesley Sneijder: Iker Casillas memperingatkan rekan-rekannya untuk tidak hanya fokus ke Arjen Robben. Menurutnya, Wesley Sneijder lebih berbahaya, dan sedang dalam puncak permainannya sepanjang tahun ini. Sergui Busquets kemungkinan akan mengawalnya. Namun Sneijder dipastikan akan bisa mengatasi kesulitan di lini tengah.

Pedro: Di semifinal, David Villa menjadi figur terlupa karena tak mencetak gol. Pedro muncul ke permukaan, dan menjadi pusat perhatian. Dalam laga ini, Villa kemungkinan akan dijaga ketat pemain belakang Belanda. Pada saat itu, Padro akan menjadi ancaman serius lini belakang Oranje. Pedro masih berusia 22 tahun, memiliki teknik yang bagus, dan tembakan yang keras.


Prediksi

Castrol World Cup Match Predictor yakin kesempatan Spanyol memenangkan laga 57 persen. Namun jika Belanda bermain seperti ketika mengalahkan Meksiko di laga persahabatan, Spanyol akan kesulitan. Belanda tidak boleh cepat putus asa ketika Spanyol memainkan possession football di lini tengah. Belanda tampaknya telah belajar banyak dari laga Spanyol-Jerman.


Belanda 0-1 Spanyol
thumbnail

Jerman Duduki Tempat Ketiga

Getty Images

Jerman memposisikan diri sebagai tim terbaik ketiga di Piala Dunia 2010 setelah memenangi duel melawan Uruguay dengan skor 3-2 di Nelson Mandela Bay Stadium, Port Elizabeth, Minggu (11/7) dinihari WIB.

Hasil yang dipetik Jerman itu sama persis dengan sukses yang mereka catat di Piala Dunia 2006, saat mereka menjadi tuan rumah. Kemenangan itu juga menjadi pembuktian kebenaran terhadap ramalan Paul si Gurita beberapa waktu lalu.

Sementara Uruguay harus puas dengan hasil sebagai tim terbaik keempat di turnamen ini. Meski begitu, mereka patut berbangga dengan hasil ini mengingat Uruguay ambil bagian di turnamen ini bukan sebagai tim unggulan.

Jalannya Pertandingan

Jerman yang turun dengan sejumlah pemain cadangan mendapat tekanan dari Diego Forlan di menit-menit awal. Tendangan bebasnya di menit ketiga sempat mengancam, meski hanya melebar dari gawang Hans-Joerg Butt.

Di menit sembilan, Arne Friedrich nyaris membuat Jerman memimpin jika saja bola sundulannya tidak mengenai mistar gawang. Bola rebound sontekan Thomas Muller juga berhasil dihalau barisan belakang Uruguay.

Jerman akhirnya bisa unggul ketika bola sepakan jarak jauh Bastian Schweinsteiger hanya mampu diblok Fernando Muslera, dan bola rebound sukses dilesakkan ke jala Uruguay lewat sontekan Muller. 1-0 untuk Jerman di mana pertandingan baru memasuki menit ke-18.

Namun keunggulan Jerman tak bertahan lama. Sembilan menit berselang, lewat serangan balik cepat, Luis Suarez menyodorkan bola kepada Edinson Cavani untuk kemudian dimasukkannya ke gawang Jerman tanpa mampu dihentikan Jorg Butt dan Per Mertesacker.

Di menit 41, Uruguay nyaris membalikkan keunggulan. Luis Suarez yang memiliki kesempatan untuk mencetak gol, namun gagal dimaksimalkannya karena bola hasil tendangannya dari dalam kotak penalti melebar dari gawang Jerman.

Memasuki paruh kedua, pertandingan yang dilangsungkan di bawah guyuran hujan itu makin memanas. Kedua tim terus menunjukkan permainan menyerang. Butt pun dipaksa melakukan dua penyelamatan penting dengan menghalau tendangan Cavani dan Suarez.

Baru di menit 50 Butt terpaksa mengambil bola dari gawangnya. Pasalnya, tendangan voli Diego Forlan, menyambut umpan silang Arevalo, menghujam deras ke gawangnya.

Jerman langsung bereaksi. Hasilnya, gol balasan tercipta di menit 55 lewat sundulan Marcell Jansen yang menyambut umpan silang Jerome Boateng.

Jerman yang mencari kemenangan di waktu normal terus memberi tekanan. Namun Uruguay berhasil merapatkan barisan untuk mementahkan tekanan lawan. Uruguay sendiri mengandalkan serangan balik dan nyaris kembali unggul lewat tendangan jarak jauh Luis Suarez yang berhasil diblok Butt.

Jerman akhirnya kembali memimpin ketika pertandingan memasuki sepuluh menit terakhir waktu normal. Adalah Sami Khedira yang membawa Jerman unggul 3-2 dengan sundulannya, memaksimalkan kemelut di depan gawang Muslera.

Memasuki masa injury time, Stefan Kiessling gagal memaksimalkan kesempatan matang yang didapatnya setelah sontekan kaki kiri menyambut umpan mendatar Mesut Ozil terbang jauh di atas mistar. Padahal dia berada sendirian di kotak penalti Uruguay.

Uruguay mendapat kesempatan terakhir lewat tendangan bebas di akhir masa injury time. Namun tendangan Forlan hanya mengenai mistar gawang. Uruguay pun harus puas menjadi tim terbaik keempat, kalah dari Jerman untuk perebutan tempat ketiga di Piala Dunia 2010.
thumbnail

Paul Prediksikan Spanyol Juara

 
Prediksi Paul si Gurita menjadi hal yang paling ditunggu jelang pertandingan final antara Belanda dan Spanyol di Soccer City Stadium, Johannesburg di akhir pekan. Hewan yang diklaim ajaib dan sakti itu pun menunjukkan aksinya.

Saat diturunkan bendera dari dua tim finalis, Belanda dan Spanyol, di mana hal ini ditayangkan langsung oleh stasiun televisi di segala penjuru Eropa, Paul langsung 'memilih' Spanyol sebagai pemenang duel tersebut.

Namun ada hal yang lain dari biasanya ditunjukkan Paul. Gurita berusia dua tahun ini hanya membutuhkan waktu tiga menit untuk memprediksi siapa yang bakal memenangi laga antara Spanyol dan Belanda. Padahal sebelumnya, Paul butuh waktu sekitar 70 menit untuk membuat keputusan.

"Dia memilih dengan cepat. Sepertinya Spanyol akan meraih kemenangan dengan meyakinkan," ungkap jurubicara Sea Life di Oberhausen, Tanja Munzig, yang dikutip Reuters.

Bagi Paul sendiri, memilih pemenang pertandingan di antara tim di luar Jerman merupakan yang pertama baginya. Sebelumnya, dia hanya 'ditugasi' memprediksi antara tim Jerman dan tim lawan. Namun pengelola Sea Life membuat pengecualian untuk kali ini.
thumbnail

Mahluk Aneh Ditemukan di Dasar Atlantik

 
VIVAnews - Ilmuwan dari Inggris dan 16 negara lainnya baru saja menyelesaikan ekspedisi ilmiah di dasar laut Atlantik yang belum pernah terjamah sebelumnya.
Alih-alih melihat dasar laut yang tanpa kehidupan, para peneliti justru membawa gambar mahluk hidup di kedalaman laut, yang belum pernah diketahui keberadaannya.
Riset yang dilakukan dokus pada area Mid-Atlantic Ridge -- pegunungan di bawah air yang membelah laut menjadi dua, timur dan barat. Pemandangan di sana didominasi bebatuan karang, tebing terjal, dan dataran terbuka.
Di wilayah 'tandus' itu ditemukan sedikitnya 10 mahluk yang diduga kuat merupakan spesies baru selama ekspedisi enam minggu Kapal Penelitian Inggris, James Cook.
Para ilmuwan mengirim kendaraan eksplorasi, Isis untuk menyelami dasar laut selama 30 jam di kedalaman sampai 3.600 meter.
Isis, dilengkapi 10 kamera canggih dan lampu superkuat menerangi kegelapan dasar laut. Di sanalah, kendaraan seukuran van itu mengambil foto-foro spesies aneh yang sedang berinteraksi dengan habitat alami mereka.
Beberapa mahluk yang menarik perhatian adalah tiga spesies baru enteropneust -- sejenis cacing laut -- berwarna cerah. Invertebrata kecil ini berukuran sepanjang 10 centimeter sebelumnya hanya di temukan di Samudera Pasifik.
Direktur Laboratorium Kelautan Universitas Aberdeen, Profesor Monty Priede mengatakan, ini adalah enteropneust merah muda pertama yang mereka lihat.
"Ini momentum yang sangat menggairahkan. Ah, kami orang pertama yang melihat ini!," kata Priede, seperti dimuat laman LiveScience.
Saat ini sample binatang ini telah dipotong-potong untuk diteliti lebih jauh. Namun, kata dia, momentum terbaik adalah saat tim melihat mahluk seperti cacing berenang ke arah mereka.
"Binatang itu mengambang di air, meringkuk, dan hanyut oleh arus. "Tapi,  ketika dia merasakan kehadiran Isis, ekornya langsung lurus langsung melesat ke dalam air, seperti manusia sedang menyelam," tambah dia.
Penemuan spesies  cacing baru itu punya arti penting. Kata Priede, makhluk ini merupakan "dasar dari rantai evolusi.
"Meski mereka bukan rantai evolusi yang hilang, setidaknya mereka dekat dengan itu," tambah dia.
Ekspedisi Cook, tambah Priede, adalah bagian dari sensus internasional  kehidupan laut --  untuk meningkatkan pemahaman kita  tentang populasi laut.
"Ada banyak real estate di tengah-tengah." "Kami menyadari ada habitat  yang jauh lebih banyak luar sana daripada yang kita sadari."
thumbnail

Caceres Bikin De Zeeuw Ompong

Apes banget nasib gelandang Belanda, Demy de Zeeuw. Baru sekali dimainkan pelatih Bert van Marwijk sebagai starter, dia hanya bisa bermain di babak pertama dan kehilangan gigi.
Gelandang asal klub Ajax Amsterdam itu memang baru sekali dimainkan dari lima pertandingan Belanda ketika melawan Denmark di partai pertama. Itupun sebagai pemain pengganti di menit ke-88 menggantikan Nigel De Jong. Nah, waktu melawan Uruguay, pelatih Bert van Marwijk memainkan gelandang 27 tahun ini karena De Jong harus absen.
Insiden ini terjadi menit ke-29. Dalam sebuah serangan, Cecares yang memperkuat Juventus berniat melakukan tendangan salto. De Zeeuw sebaliknya, mau menanduk bola. Yang ada, kaki bek kiri Uruguay itu melayang tepat mengenai dagunya. Hmmm... kebayang pasti kliyengan.
De Zeeuw memang sempat tergeletak beberapa saat di lapangan. Mukanya berlumuran darah. Ia masih bermain sampai babak pertama selesai, tapi digantikan Rafael van der Vaart di babak kedua.
Semula diperkirakan De Zeeuw menderita patah rahang. Namun setelah diperiksa di rumah sakit ia hanya kehilangan beberapa gigi. Gak papa deh... biar ompong yang penting Belanda menang 3-2 dari Uruguay dan masuk final kan?
thumbnail

Superman Masuk Lapangan


Sebuah insiden terjadi pada pertandingan semifinal antara Jerman dan Spanyol di Durban Stadium, dini hari tadi. Pertandingan baru masuk menit ke-4, seorang pria tiba-tiba muncul dari belakang gawang kiper Jerman, Manuel Neuer, kemudian berlari ke tengah lapangan.
Mengenakan kaos berwarna biru dengan logo "S" Superman -- tokoh superhero -- si pria ini berlari ke lapangan sembari meniup vuvuzela berwarna merah. Entah apa maksud si pria. Tapi bagian depan kaosnya tertulis "Peace in the World" (Lha, peace kok malah ngeganggu pertandingan?.
Kemudian di bagian bawah lambang "S" ada tulisan berbahasa Italia (Padahal Superman kan dari Amerika?). Tulisan itu berbunyi: Cassano in Nasionale (Lippi Tel' Avevo Detto) yang artinya kira-kira dukungan pada striker Sampdoria Antonio Cassano yang tidak dipanggil pelatih Marcello Lippi. Italia memang tersingkir cepat di fase grup, salah satunya dituding lantaran Lippi tak mau memanggil Cassano.
Sementara di bagian belakang kaosnya ada tulisan berbahasa Italia lainnya: "Carducci Caffe Pescara." Pescara itu nama kota di Italia, mungkin kota asal si pria.
Si pria langsung dilumpuhkan aparat keamanan dan digiring keluar lapangan. Yang pasti, masuknya fans ke lapangan ini pastinya mencoreng nama aparat keamanan. Gimana nggak, pertandingan ini disaksikan presiden FIFA Joseph Sepp Blatter, Ratu Sofia dari Spanyol, dan presiden Afrika Selatan Jacob Zuma.

Ada-ada aja....
thumbnail

Sundulan Puyol Antar Spanyol ke Final

Getty Images

Durban (ANTARA/AFP) - Carles Puyol menciptakan gol yang mengantar Spanyol ke final Piala Dunia untuk melawan Belanda setelah pada pertandingan semifinal merebut kemenangan 1-0 atas Jerman di Durban, Rabu (Kamis dinihari WIB).
Bek tengah klub Barcelona itu menyundul bola dari jarak 10 yard menyambut tendangan pojok dari Xavi 17 menit sebelum pertandingan berakhir untuk mengantar juara Eropa itu ke final Piala Dunia untuk pertamakalinya.
Sebelumnya Belanda mencapai final setelah mengalahkan Uruguay 3-2 di Cape Town pada Selasa (Rabu dinihari WIB).
Dengan pertemuan Spanyol dan Belanda tersebut, akan lahir juara baru pada Piala Dunia untuk pertamakalinya, sejak Prancis merebut kemenangan di negaranya sendiri pada 1998.
"Seluruh pemain-pemain kami luar biasa, tapi kami masih memiliki satu pertandingan lagi," kata pelatih Spanyol Vicente Del Bosque.
"Kami tahu sepak bola Belanda dan pertandingan akan sangat berat di final nanti."
Del Bosque membuat kejutan sebelum pertandingan dengan mencadangkan pemain depan klub Liverpool Fernando Torres dan memainkan pemain muda Barcelona Pedro.
Hal itu membuat pencetak gol terbanyak turnamen David Villa bisa bermain dari tengah dan perubahan tersebut hampir membuahkan hasil saat pertandingan baru berlangsung enam menit.
Pedro masuk dari sayapnya dan mengelindingkan bola di belakang pertahanan Jerman dan Villa berlari menyambutnya tapi harus meluncur untuk melepaskan tembakan sebelum dimentahkan penjaga gawang Manuel Neuer.
Spanyol seharusnya bisa unggul pada menit ke-14 setelah Iniesta menyilangkan bola dari sisi kanan yang disambut sundulan keras Puyol namun bola melambung di atas mistar gawang.
Pada menit ke-19 bola silang dari Xabi Alonso menemukan Sergio Ramos tapi setelah mengendalikan bola dengan indah, tembakannya liar dan tinggi.
Jerman akhirnya mengancam pada menit ke-32 saat Piotr Trochowski, yang mengisi posisi Thomas Mueller yang menjalani larangan bermain, melepaskan tembakan dari jarak jauh dan memaksa penjaga gawang Iker Casillas untuk melakukan penyelamatan.
Mesut Ozil berpikir kalau dia seharusnya mendapat penalti menjelang akhir babak pertama saat dia berada di bawah tantangan Ramos tapi diabaikan oleh wasit Viktor Kassai.
Spanyol susah-payah untuk menembus kotak penalti dan mulai melepaskan tembakan-tembakan jarak jauh dengan Alonso melakukannya dua kali dan Villa melakukan tembakan tapi melebar.
Neuer kemudian menyelamatkan gawangnya dari Pedro, yang beberapa saat kemudian tembakannya melebar, sementara tembakan Villa beberapa inci dari gawang setelah Iniesta menerobos ke kotak penalti dan melepaskan umpan silang.
Di gawang lain, umpan silang pemain pengganti Marcell Jansen dibuang dengan sundulan pemain Spanyol, disambar Miroslav Klose namun tembakan volinya terlalu tinggi.
Pada menit ke-69 Jerman menciptakan peluang terbaik mereka selama pertandingan itu saat pemain Toni Kroos tidak terkawal menyambut umpan silang Lukas Podolski, tapi penyelesaian akhir dia begitu lemah dan mengarah langsung pada Casillas.
Tapi kemudian Puyol melakukan lompatan luar biasa untuk menyundul bola yang menjebol gawang Jerman.
Spanyol mendapat beberapa peluang lagi dalam serangan balik menjelang akhir pertandingan namun Pedro membuang peluang itu saat dia mencoba memutari Arne Friedrich ketimbang memberikan bola ke Torres, yang menggantikan Villa, yang berdiri bebas.
"Saya sangat senang, kami memainkan pertandingan terbaik Piala Dunia. Kini kami harus menjuarainya," kata Villa.
thumbnail

10 Hal Ganjil Tentang Paul Gurita Ajaib

foto  
TEMPO Interaktif, Oberhausen - Orang mengenal Paul si gurita ajaib dari Jerman selalu tepat memprediksi hasil ramalan pertandingan Piala Dunia 2010. Faktanya, dia bukan peramal yan ghebat. Banyak orang orang tak tahu siapa Paul sesungguhnya. Inilah faktanya:

1. Ramalannya Tak Selalu Benar

Jangan percaya Paul. Ramalannya tak selalu benar. Paul mulai meramal hasil pertandingan sejak Piala Eropa 2008 Swiss-Austria dan ia meramal enam pertandingan Jerman, dengan empat di antaranya benar. Ia menyebut Jerman akan memenangi semua pertandingan. Faktanya, Jerman kalah dari Kroasia.

Pada Piala Dunia 2010 Afrika Selatan, sejauh ini, semua ramalan Paul tentang Jerman benar, termasuk soal mereka akan kalah dari Spanyol pada babak semifinal.

2. Terancam Menjadi Calamary
Seorang juru masak Argentina, Nicolas Bedorrou, begitu marah ketika Paul secara tepat memperkirakan bahwa kesebelasan negaranya akan dikalahkan Jerman pada perempat final Piala Dunia 2010 Afrika Selatan. Ia bahkan mengancam akan memburu Paul untuk dimasak.

"Kami akan memburunya dan menempatkannya di atas kertas. Kami kemudian akan memukulinya untuk membuat dagingnya lunak dan kemudian memasukkannya dalam air mendidih," kata Bedorrou.

3. Menjadi Headline
Prediksi ngawur-ngawuran Paul yang selama ini telah membuatnya jadi sorotan bertia. Sebuah stasiun televisi Jerman, NTV, rajin menyiarkan secara langsung prediksi Paul.

4. Paul Adalah Selebritas
Paul telah menjadi artis hot yang paling populer di Oberhausen, kota, yang menurut Wikipedia, berpenduduk 214.000 jiwa dan luasnya 77 kilometer persegi. Selama ini, Oberhausen hanya dikenal karena memiliki pusat perbelanjaan terbesar di Jerman, Centro.

5. Bukan Gurita Jerman
Meskipun gurita jantan ini sekarang tinggal di Akuarium Sea Life Centre, Oberhausen, Jerman, Paul sebenarnya kelahiran Weymouth Sea Life Park, Inggris, lalu dipindahkan ke Jerman.

"Ia sebelumnya tak pernah membuat prediksi apa pun ketika masih di sini," kata Fiona Smith, seorang staf di Weymouth Sea Life Park, yang pernah mengurus Paul mengatakan. "Namun, mungkin ia menunggu turnamen besar seperti Piala Dunia untuk menampilkan kemampuannya itu,"

6. Mesin Uang
Dengan ramalan seperti itu, Paul membuat  Akuarium Sea Life Centre, Oberhausen lebih ramai dan lebih kaya. Mungkin itu juga bisa membuat pengunjung lebih kaya dengan mengandalkan ramalan-ramalannya sebelum bertaruh.

7. IQ Tinggi
Gurita adalah hewan yang memiliki IQ tinggi dan terbukti memiliki ingatan kuat. "Gurita seperti Paul sangat cerdas. Kami menyamakan kecerdasan mereka dengan anjing dan mereka menyukai masalah dan suka menyelesaikannya," kata Fiona Smith.

8. Selebritas di Facebook dan Twitter

Paul telah menjadi selebritas baru d  Facebook dan Twitter. Kata "Paul the Octopus" dan "Pulpo" (bahasa Spanyol untuk Gurita) masuk sepuluh besar kata kunci Twitter yang paling ngetop sedunia.

9. Tiada Rekayasa
Paul meramal hasil pertandingan dengan membuka tutup salah satu dari dua wadah makanan di akuariumnya. Staff Oberhausen Sea Life Centre, Tanja Munzig, membantah dugaan bahwa ada sesuatu yang diletakkan di salah satu wadah. "Tak ada tipuan. Makanan sama dan segalanya di kedua wadah itu sama, kecuali benderanya," kata Munzig. Mungkin Paul memilih karena warna bendera.

10. Siapa Takut
Meski ada ancaman dari suporter Argentina yang menyalahkannya atas tersingkirnya Lionel Messi dari Piala Dunia 2010 karena kalah 0-4 dari Jerman, pengelola Aquarium Sea Life Centre tak takut.
thumbnail

Tim yang dijagokan Beckham

Menurut Anda, siapa yang melaju di Piala Dunia ini?

Pertanyaan sulit. Ada beberapa tim yang bisa bersaing. Argentina sepertinya kuat, seperti terlihat saat kualifikasi. Mereka menang tiga kali. Daya serang mereka besar dengan pasukan seperti Messi, Tevez dan Higuain.

Jerman punya 'silsilah' yang baik di Piala Dunia. Mereka selalu makin kuat seiring berjalannya turnamen ini.

Brasil adalah Brasil, orang-orang berharap mereka bermain keren dan lolos ke final. Saya senang menonton permainan mereka, semua bermain rileks dan merasa nyaman dengan bola. Saya lumayan beruntung karena bisa bermain dengan beberapa di antara mereka dalam karir saya. Tak ragu lagi, mereka tergolong dalam atlit paling berbakat.

Dua lagi adalah Belanda dan Spanyol. Belanda punya potensi untuk memenangkan laga dengan Van Persie, Sneijder dan Robben. Spanyol, meski secara mengejutkan kalah dari Swiss, tetaplah sangat kuat di lapangan. Villa sedang panas-panasnya saat ini. Dan bila Torres mulai bikin gol, tim ini akan sulit diatasi. Ini belum membicarakan Xavi, Iniesta, Silva, Alonso, Fabregas, lho.

Siapa pemain yang mengesankan bagi Anda, sejauh ini?

Dengan banyaknya tekanan sebelum turnamen pada Messi, bagi saya dia menunjukkan kualitas bintang. Dia cemerlang dalam menangani bola dan rantai penting bagi permainan Argentina dalam empat kemenangan mereka.

Sneijder sedang dalam performa baik, dan telah menyarangkan sejumlah gol vital bagi Belanda.

Di Uruguay ada Diego Forlan yang selain menggolkan, juga bekerja keras bagi timnya. Hal serupa bagi Ozil di Jerman. Saya sudah dengar sedikit tentangnya sebelum Piala Dunia, dan dia belum pernah mengecewakan sebagai pusat dari serangan Jerman.

David Villa di Spanyol, hebat dia. Dia bikin gol, menciptakan peluang dan bekerja keras untuk timnya. Sepertinya dia bisa jadi top skorer di Piala Dunia.

Apakah pengalaman di Afrika Selatan, dan menengok sukses Maradona, memberi dorongan bagi Anda untuk melatih?

Saya merasa tersanjung disebut-sebut sebagai pelatih. Saya selalu siap untuk negeri saya kapan pun dibutuhkan. Saat ini saya masih melihat diri sebagai seorang pemain dan tetap mendukung manajer. Diego Maradona menunjukkan kerja bagus, dan saya harapkan yang terbaik untuknya.
thumbnail

Fans Argentina Bertekad Merebus Paul

  foto
TEMPO Interaktif, Oberhausen - Diramal kalah oleh Paul, gurita peramal di Aquarium Sea Life, Oberhausen, Jerman--dan Argentina benar-benar kalah dari Jerman--fans Argentina marah bukan main. Mereka pun bertekad menangkap Paul dan bahkan ada yang ingin merebusnya.

Seorang koki ternama Argentina, Nicolas Bedorrou, misalnya, melalui akunnya di Facebook, menyarankan resep sederhana namun brutal untuk memasak Paul si gurita. "Kita akan mengejarnya dan menaruhnya dalam beberapa potongan paprika. Kita kemudian akan memukul-mukulnya  agar dagingnya tetap lembut dan lunak dan lalu cemplungkan ke air mendidih," ujarnya.

Surat kabar El Dia di Argentina menyebut usul warga Argentina lain yang ingin membunuh si gurita dan memasukkannya dalam paella--nasi goreng seafood ala Latin.

El Dia pun memberikan sebuah resep bagi siapa pun yang berani menangkap Paul. "Semua yang Anda butuhkan hanyalah empat kentang berukuran sedang, minyak zaitun untuk rasa dan sedikit merica bubuk," tulis media ini.

Sepanjang Piala Dunia ini Paul tak pernah salah meramal. Di perempat final melawan Argentina, Paul yang sempat bimbang, akhirnya memilih menyantap moluska di sebuah kaca yang ditempeli bendera Jerman. Ini berarti Jerman akan menang. Dan benar saja, Jerman membekap Argentina 4-0.
(Baca juga : Paul Prediksikan Spanyol Kalahkan Jerman)
thumbnail

Paul Prediksikan Spanyol Kalahkan Jerman


Masih ingat Paul si Gurita? Yup, yang kemarin memprediksikan Jerman akan mengalahkan Argentina di babak perempat final? Prediksi gurita delapan kaki itu benar, Jerman menang dengan sangat meyakinkan 4-0 atas Tim Tango. Nah, kini Paul kembali membuat presiksi saat Jerman -- tim negaranya -- bertemu Spanyol di semifinal, Kamis (8/7) dini hari. Hasilnya, ia memprediksikan Jerman kalah di tangan Spanyol!
Jangan terlalu serius... Paul bisa saja salah. Ketika memprediksikan partai final Euro 2008, juga antara Jerman dan Spanyol, Paul memilih Jerman. Ternyata
Spanyol yang menang 1-0.
Penghuni Sea Life Aquarium di Oberhausen, Jerman itu, memang tengah ngetop. Ia beberapa kali selalu berhasil menebak hasil pertandingan yang dilakoni Jerman, termasuk saat kalah dari Serbia. Selasa kemarin, dua kotak yang ditempeli bendera Jerman dan Spanyol, dimasukkan dalam kotak Paul. Si gurita memilih nangkring di kotak yang berbendera Jerman.
"Paul memilih Spanyol sebagai pemenang," kata juru bicara Sea Life Aquarium, Daniel Fey, pada AP. "Tapi Paul pernah sekali salah juga ketika pertandingan Jerman dan Spanyol. Saya harap dia salah kali ini."
Percaya? Tunggu besok malam aja deh.... :D

(Baca juga: Paul Jagokan Jerman Kalahkan Argentina)
thumbnail

Pake Sweater Birumu Lagi Loew!


Perawakannya tenang, tak banyak emosi ditampilkan. Tapi pelatih Jerman Joaquim Loew akan gampang dikenal. Sweater biru dengan leher berpotongan V ini memang menjadi semacam trade mark bagi Loew. Ia salalu tampil seperti ini setiap kali mendampingi timnya bertanding di pinggir lapangan. Loew menolak anggapan dirinya percaya pada tahyul, tapi pelatih 50 tahun itu mengakui mendapat desakan dari para staf pelatih dan para pemainnya untuk terus mengenakan sweater biru itu.
"Mengenai sweater ini, saya tak dikendalikan oleh tahyul. Para staf pelatih yang lain mengatakan saya harus selalu mengenakan sweater itu mulai sekarang karena setiap kali saya memakainya, kami selalu mencetak empat gol. Saya bahkan tak diperbolehkan untuk mencucinya sekarang dan saya pikir saya akan memakai ini lagi (lawan Spanyol di semifinal)."
Nggak percaya? Coba perhatikan foto paling atas. Itulah penampilan Loew saat memberikan selamat pada gelandang Toni Kroos usai Jerman mencukur Argentina 4-0, Sabtu kemarin. Sweater biru...
Sekarang coba perhatikan lagi foto di bawah yang paling kiri. Ketika pertandingan pertama Grup D melawan Australia (13/6), Loew mengenakan sweater biru. Hasilnya, Jerman menang 4-0.
Lima hari kemudian, Jerman bertemu Serbia. Setelah tampil hebat di pertandingan pertama tak ada yang percaya hasil akhirnya Jerman kalah 0-1 lewat gol Milan Jovanovic di menit ke-38. Lihat Loew pake baju apa? Sweater hitam dengan baju kaos oblong putih di dalam.
Pada pertandingan terakhir melawan Ghana, (23/5), Loew terlihat mengenakan jaket hitam dengan lilitan syal di lehernya. Jerman memang menang, tapi hanya dengan skor tipis 1-0. Tapi saat menghadapi Inggris di 16 besar (foto paling kanan), Loew kembali dengan gaya khasnya. Seperti kita semua tahu, Jerman menang 4-1.

Foto dari kiri ke kanan: Loew saat menghadapi Australia, Serbia, Ghana, dan Inggris.
Gelandang Jerman Bastian Schweinsteiger berharap sang pelatih kembali mengenakan sweater pembawa 'keberuntungan' itu saat bertemu Spanyol dalam laga semifinal di Durban Stadium, Kamis dini hari (8/7). Schweinsteiger mengatakan kepada AP:
"Saya tak tahu berapa banyak sweater miliknya yang berwarna biru. Tapi, saya harap ia punya satu atau dua potong lagi di kopernya."
Hmmm... apa sweater biru keberuntungan Loew bisa mematahkan prediksi Paul di gurita ya?
thumbnail

Jerman Atau Spanyol

Getty Images
Spanyol memperbaiki reputasinya di Eropa dengan mengalahkan Jerman 1-0 di final Euro 2008. Kini La Furia Roja harus melakukan hal yang sama jika ingin menghapus statusnya sebagai great underachiever di Piala Dunia.

Seperti dua tahun lalu, tidak ada mind game jelang laga ini. Pelatih Joachim Löw sangat menghormati Spanyol. Di kubu Spanyol, David Villa yakin Jerman tidak menyukai pertemuan ini.

Spanyol, menurut Löw, adalah lawan yang jauh lebih berbahaya dari Argentina. Spanyol berlaga tidak mengandalkan kualitas individu, tapi kerjasama tim.

"Mereka adalah tim dengan kerjasama terbaik di dunia," puji Löw.

Lebih dari itu, masih menurut Löw, Spanyol adalah tim dengan konsistensi terbaik dalam dua atau tiga tahun terakhir. Spanyol tidak memiliki Messi, tapi sejumlah pemain berkualitas.

"Saat menyerang, seluruh pemain Spanyol bisa menentukan hasil akhir pertandingan," lanjut pelatih berusia 50 tahun itu.

Berbeda dengan Inggris dan Argentina, Spanyol bukan tim yang mudah dan sering melakukan kesalahan di lini belakang dan depan. Löw telah menyaksikan semua laga Spanyol, dan menganalisanya.

"Kami harus memaksa Spanyol membuat satu atau dua kesalahan, agar kami bisa mencetak gol," demikian Löw.

Löw mengatakan Jerman akan bermain tidak untuk membalas kekalahan di final Euro 2008, tapi mencapai final Piala Dunia 2010. Ia yakin motivasi menjadi juara lebih penting, karena semua pemain berlaga secara rasional.

Di kubu Spanyol, David Villa mengatakan rekan-rekannya harus melupakan kenangan indah mengalahkan Jerman di final Euro 2008. Spanyol, katanya, belum memperoleh apa-apa di Piala Dunia.

"Tanpa kemenangan atas Jerman di Piala Dunia 2010, kami tidak memperoleh apa-apa," ujar Villa.

Jerman, masih menurut Villa, punya sejarah di Piala Dunia, Spanyol tidak sama sekali. Kesempatan Spanyol mengukir sejarah di perhelatan sepakbola dunia empat tahunan adalah saat ini.

Senada dengan Villa, pelatih Vicente del Bosque mengatakan dirinya mengagumi Jerman. Ia memuji sukses Löw membangun tim dengan mencampur pemain muda berbakat dan pemain senior berpengalaman tapi rendah hati.

Del Bosque yakin Jerman akan bermain dengan taktik yang sama seperti ketika mengalahkan Argentina, sehingga laga menjadi sedemikian terbuka, saling serang dan bertahan, dengan banyak peluang di kedua kubu.

Löw tidak bisa memainkan Thomas Müller, yang terkena akumulasi kartu. Cacau, pengganti Müller paling layak, masih cedera. Sang pelatih harus memilih antara Toni Kroos dan Piotr Trochowski sebagai pengganti Müller.

Sami Khedira, yang menjalani perawatan akibat cedera otot usai laga perempat final, dipastikan tampil. Löw berharap Khedira dan Bastian Schweinsteiger mampu mengimbangi kecepatan Andres Iniesta dan Xavi Hernandez di lini tengah.

"Iniesta dan Xavi adalah poros serangan Spanyol," kata Löw.

Di kubu Spanyol, Del Bosque dihadapkan pada pilihan sulit; tetap mempercayakan Fernando Torres, atau memberi kesempatan Fernando Llorente tampil sebagai starter bersama David Villa.

Torres sama sekali belum memperlihatkan performa terbaiknya, dan menjadi kartu mati saat Spanyol menghadapi Paraguay. Torres, seburuk apa pun, masih paling ditakuti lini belakang Jerman. Llorente belum punya reputasi, meski tampil mengesankan sebagai pemain pengganti.

Cesc Fabregas cedera bahu, tapi kemungkinan akan dimainkan karena tak mengeluh sakit lagi.

Jerman
14-06-2010 Jerman 4 - 0 Australia
18-06-2010 Jerman 0 - 1 Serbia
24-06-2010 Ghana 0 - 1 Jerman
27-06-2010 Jerman 4 - 1 Inggris
03-07-2010 Argentina 0 - 4 Jerman

Spanyol
16-06-2010 Spanyol 0 - 1 Swiss
22-06-2010 Spanyol 2 - 0 Honduras
26-06-2010 Chile 1 - 2 Spanyol
30-06-2010 Spanyol 1 - 0 Portugal
04-07-2010 Paraguay 0 - 1 Spanyol


Situasi Jerman

Joachim Löw kemungkinan menunjuk Toni Kroos sebagai pengganti Thomas Müller. Cacau, pemain kelahiran Brasil, siap bermain meski masih berjuang sembuh dari cedera. Sami Khedira cedera, tapi akan dipaksakan tampil melawan Spanyo.

Prakiraan Susunan Pemain (4-2-3-1): Neuer; Lahm, Friedrich, Mertesacker, Boateng; Khedira, Schweinsteiger; Kroos, Ă–zil, Podolski; Klose


Situasi Spanyol

Kecuali center-back Raul Albiol yang telah keluar dari turnamen, Spanyol relatif tanpa masalah cedera pemain. Namun Vicente del Bosque, pelatih La Furia Roja, harus memutuskan apakah tetap menggunakan Fernando Torres atau memberi kesempatan kepada Fernando Llorente. Atau menurunkan salah satu dari Cesc Fabregas atau David Villa sebagai pendukung David Villa.

Prakiraan Susunan Pemain (4-2-3-1): Casillas, Ramos, Pique, Puyol, Capdevila; Busquets, Alonso; Iniesta, Xavi, Silva; Villa


Pemain Layak Diamati

Bastian Schweinsteiger: Goal.com memilihnya sebagai Player of the Week, menungguli Wesley Sneijder dan David Villa. Ia tampil mengesankan saat Jerman mengalahkan Argentina. Castrol Rangkings menempatkannya di urutan 143, tapi siapa pun tahu Schweinsteiger adalah gelandang dengan kemampuan bertahan dan menyerang sama baiknya.

David Villa: Hanya ada satu nama yang akan menyita perhatian publik dalam laga ini; David Villa. Ia pencetak gol terbanyak sementara Piala Dunia 2010, dan diprediksi akan berproduksi lagi. Ia mampu menembak dari semua posisi, dan kedua kakinya memiliki kemampuan 'membunuh' yang luar biasa. Pertahanan Jerman dipastiakan akan mengawasinya sepanjang laga.


Prediksi

Ini akan menjadi laga super ketat, dan faktor penentu kemenangan adalah siapa yang mencetak gol pembuka. Jika Spanyol kebobolan lebih dulu, La Furia Roja menghadapi bahaya serius karena Jerman akan lebih kuat dan bermain dengan lebih cepat.

Castrol World Cup Match Predictor memperkirakan peluang spanyol memenangkan laga 60 persen, Jerman 40 persen. Spanyol harus menyingkirkan 'kutukan Pele', mengatasi faktor eksternal. Spanyol juga harus melupakan pertemuan sebelumnya dengan Jerman.


Jerman 0-1 Spanyol
thumbnail

Kalahkan Uruguay, Belanda Ke Final

Getty Images

Penantian panjang Belanda untuk tampil ke final Piala Dunia akhirnya terentaskan. Tiket ke laga puncak turnamen empat tahunan ini diraih setelah tim Oranje mengalahkan Uruguay 3-2 di Stadion Cape Town, Cape Town, Rabu (7/7) dinihari WIB.

Kemenangan Belanda ditentukan melalui gol yang dicetak oleh Giovanni Van Bronckhorst pada babak pertama serta Wesley Sniejder dan Arjen Robben lepas jeda istirahat. Sementara Uruguay mendapatkan kedua golnya lewat Diego Forlan dan Maxi Pereira.

Buat Belanda, penampilan di final Piala Dunia ini merupakan kali ketiga. Penampilan terakhir mereka terjadi pada Piala Dunia 1978. Di final nanti, Belanda tinggal menanti pemenang pertanidngan antara Spanyol dan Jerman yang baru akan melangsungkan pertandingannya dinihari esok.

Dalam laga sarat gengsi ini, kedua tim sejak awal langsung memperlihatkan usahanya untuk saling merebut kemenangan. Tapi peluang lebih awal didapat oleh skuad Oranje. Kesempatan itu didapat oleh Dirk Kyut saat pertandingan baru berjalan empat menit. Bola yang ditepis kiper Uruguay Fernando Muslera ternyata disambutnya dengan tendangan voli yang masih melambung ke atas mistar gawang Le Celeste.

Setelah itu Belanda beberapa kali membombardir pertahanan Uruguay. Namun butuh waktu hingga 18 menit untuk bisa meraih gol. Adalah kapten Belanda Giovanni Van Bronckhorst yang mampu menggetarkan gawang Uruguay.

Bek Belanda ini membuat para pendukungnya bersorak gembira setelah tendangan yang dilepaskannya dari jarak sekitar 27 meter tidak bisa diantisipasi dengan baik oleh Muslera.

Setelah memimpin, para pemain Belanda tetap berusaha mempertahankan tekanannya ke wilayah pertahanan Uruguay.

Tapi wakil dari Amerika Latin mampu keluar dari tekanan yang diberikan para pemain Belanda. Empat menit jelang berakhirnya waktu normal, Uruguay berhasil menyeimbangkan skor menjadi 1-1.

Gol Uruguay ini disumbangkan oleh Forlan. Striker Atletico Madrid ini juga melepaskan tendangan dari luar areal kotak penalti lawan. Setelah imbang, permainan menjadi lebih ketat. Kedua tim terus berusaha saling menyerang.

Memasuki injury time babak pertama, Kuyt kembalilagi memperoleh peluang. Sayang, sundulan pemain berambut pirang ini masih terlalu melebar dari mulut gawang Uruguay.

Lepas dari jeda turun minum, pelatih Belanda Bert van Marwijk membuat perubahan. Rafael Van der Vaart masuk menggantikan Demy de Zeeuw.

Pada babak ini, kedua tim kembali lagi memperlihatkan permainan terbuka. Di menit ke-51, Uruguay sempat memperoleh kesempatan. Tapi Cavani masih belum bisa menuntaskan peluang tersebut.

Menit ke-67 tendangan bebas Forlan yang mengarah langsung ke gawang Belanda juga masih bisa dihalau dengan baik oleh kiper Stekelenburg.

Selang semenit kemudian giliran Belanda yang mengancam. Kali ini giliran Robben yang membuang kesempatannya ketika memperoleh bola muntah hasil tendangan van der Vaart yang ditepis oleh Muslera.

Tetapi usaha berkali-kali dari para pemain Belanda itu akhirnya bisa juga membuahkan hasil. Menit ke-70, gawang Uruguay bergetar kembali melalui gol yang dicetak Sneijder.

Gol ini membawa Sneijder bersanding di posisi puncak pencetak gol tersubur bersama dengan David Villa dari Spanyol. Keduanya kini sama-sama mengoleksi lima gol.

Usai gol Sneijder, giliran Robben yang membuat para pemain Uruguay frustrasi. Umpan silang dari Kuyt berhasil disambut dengan sundulan oleh pemain Bayern Munich ini. Belanda unggul 3-1.

Lantas sebelum laga berakhir, Uruguay sempat memperkecil defisit golnya lewat aksi Pereira. Meski berupaya keras untuk bisa menyamakan skor, tetapi peluit panjang wasit lebih dulu mengakhiri pertandingan.


Susunan Pemain:

UruguayMuslera - M. Pereira, Godin, Victorino, Caceres - Perez, Gargano, Arevalo Rios, A. Pereira (Abreu '78) - Cavani, Forlan (Fernandez '84)

Belanda
Stekelenburg - Boulahrouz, Heitinga, Mathijsen, Van Bronckhorst - Van Bommel, De Zeeuw (Van der Vaart '46) - Robben (Elia '90), Sneijder, Kuyt - Van Persie
thumbnail

Inggris Tersingkir, Sponsor Menyingkir

Gerrard

Sponsor utama Federasi Sepakbola Inggris (FA), Nationwide, dilaporkan akan mempertimbangkan ulang untuk memperpanjang kontrak mereka menyusul kegagalan tim nasional Inggris di Piala Dunia 2010.

FA sebelumnya menjanjikan Inggris akan tampil baik dan meraih hasil yang bagus di Piala Dunia 2010. Janji itu digunakan untuk menarik lebih banyak investor dan sponsor untuk menambah gemuk pendapatan finansial mereka.

Akan tetapi, hasilnya di luar harapan. Inggris tak bersinar di Afrika Selatan dan tersingkir di babak 16 besar oleh Jerman dengan skor telak 4-1. Hal ini pun berimbas pada aksi sponsor yang mempertimbangkan ulang untuk menginvestasikan dana mereka ke tim Inggris.

Nationwide yang memiliki 15 juta anggota juga sudah menyampaikan kekecewaan mereka atas performa tim Inggris dan mempertimbangkan untuk tidak melanjukan mensponsori Inggris setelah 11 tahun mendanai sejumlah proyek tim. Jika memang demikian, FA akan kehilangan dana segar mencapai 20 juta poundsterling.
thumbnail

Maradona Diisukan akan Dipecat

 
BUENOS AIRES, KOMPAS.com - Pelatih Timnas Argentina, Diego Maradona, diisukan akan segera dipecat. Apalagi, diperkirakan konflik internal mulai terjadi di tubuh timnas.

Argentina memang benar-benar tenggelam setelah kalah 1-3 dari Brasil dan kalah 0-1 dari Paraguay. Mereka kini berada di urutan ke-5 klasemen sementara kualifikasi Piala Dunia 2010 dan terancam gagal ke putaran final untuk pertama kalinya sejak 1970.

"Maradona dan skuadnya mulai ada jarak dan kecenderungannya makin lebar," demikian tulis surat kabar Buenos Aires, Clarin.

"Mereka yang hidup hari demi hari bersama timnas bahwa pekan depan akan ada penentuan nasib Maradona. Keputusan penting akan segera dibuat. Diego Maradona bisa dipecat dari jabatannya sebagai pelatih," tambah surat kabar itu.

Sampai sekarang belum ada kepastian apakah Maradona masih akan menjadi pelatih Argentina saat menghadapi dua pertandingan terakhir kualifikasi Piala Dunia, lawan Peru dan Uruguay, bulan depan. Yang pasti, jikapun dia tetap menjadi pelatih, akan didampingi pelatih senior yang penuh pengalaman.

Maradona kemungkinan tak boleh memilih sendiri pemain-pemainnya. Pemilihan itu akan dilakukan oleh presiden federasi sepak bola Argentina (AFA), Julio Grondona.

Maradona telah menyatakan akan mengeluarkan beberapa pemain yang merumput di Eropa. Dia ingin memberi kesempatan kepada para pemain yang merumput di Argentina. Menurutnya, mereka lebih lapar kemenangan.

Menurutnya, beberapa pemain kurang haus kemenangan. Sementara itu, pemain lain merasa kurang bisa memahami kemauan Maradona. Pekan depan, masa depannya akan ditentukan.
thumbnail

Kekuatan Tangan Suarez(Video)

Dengan tangannya, Luis Suarez 'mengubah takdir' Uruguay.
Laga Uruguay versus Ghana adalah drama. Bermain seri dua babak, berlanjut ke perpanjangan waktu, hingga adu penalti. Selama dua jam itu, penonton tak hanya disuguhi ketangguhan kedua tim dalam baku serang. Ghana nyaris tak kenal lelah membombardir pertahanan Uruguay, yang juga getol mengirim serangan balasan.

Tapi drama yang paling memukau adalah di ujung perpanjangan waktu. Kemelut di depan gawang Uruguay dihentikan oleh tepisan tangan Luis Suarez. Penyumbang tiga gol Uruguay selama Piala Dunia 2010 itu diganjar kartu merah atas pelanggaran memalukan tersebut.

Tentu saja wasit memberi hadiah penalti pada Ghana. Televisi menyorot saat Suarez meninggalkan lapangan dengan isak tangis. Ia menutupi wajahnya dengan baju.

Rupanya drama masih berlanjut. Asamoah Gyan gagal mengeksekusi penalti! Bola melayang membentur mistar atas, dan pertandingan dilanjutkan dengan uji hoki di adu penalti. Suarez yang tadinya menangis, lalu berubah gembira ria. Di sesi ini, kiper Uruguay Fernando Muslera menepis dua tendangan ragu-ragu Ghana. uruguay menyarangkan empat tendangan, Ghana hanya dua.
Jadi, siapakah pahlawan Uruguay? Dialah Luis Suarez. Si penyerang itu mengorbankan diri demi memberi kesempatan timnya melaju. Dan Uruguay tak menyia-nyiakan pengorbanan Suarez. Bagai juru selamat, si gondrong Sebastian Abreu memastikan Uruguay ke semi final dengan tendangannya yang sukses.

"Itu terjadi sungguh cepat," kata Suarez. "Secara insting, agaknya saya tahu bahwa saya harus melakukan apa pun agar bola tak masuk ke gawang kami. Saya tak bisa memakai kepala, jadi saya harus memakai tangan. Saya harus mengorbankan diri saya demi tim dan demi negeri," ujarnya.

Uruguay adalah juara dunia dua kali, salah satunya pada gelaran perdana Piala Dunia. Tapi mereka belum pernah melangkah ke semi final selama empat dekade terakhir.

Apa kata rekan tim? "Bagi saya, dia adalah pahlawan," kata Diego Forlan, sesama ujung tombak Uruguay. "Bila dia tak menghentikan bola, itu pasti sudah gol. Pertandingan selesai, juga Piala Dunia kami."

Pelatih Oscar Tabarez juga ikut berkomentar. "Gila tak cukup untuk menggambarkan ini," ujarnya. "Saya belum pernah mengetahui pertandingan seperti ini, dengan begitu banyak drama dan semua terjadi di beberapa menit terakhir," ujar dia.

Tentu saja tindakan Suarez menimbulkan pertanyaan moral soal sportivitas. Di gelaran terhormat seperti Piala Dunia, apa yang ia lakukan bukanlah contoh yang baik bagi sekian miliar penonton dunia.

"Itu bukan sebuah pilihan," kata Suarez. "Itu hal yang harus dilakukan. Tak ikut semi final memang mengecewakan, tapi tak ada hal lain yang bisa saya lakukan. Saya punya kesempatan untuk membuka ruang kecil peluang, dan saya ambil kesempatan itu."
thumbnail

Melo Dan Kalahnya Brasil(Video)

Wajah kerumunan segera terbagi dua: ekspresi gembira yang kontras dengan paras-paras sedih. Mereka yang bermuka cerah jelas menjagokan Belanda. Di halaman Electronic City, SCBD, Jakarta, itu, pendukung Brasil bersiap pulang dengan wajah tak percaya.
Jumat (3/7) malam, Belanda membuat kemenangan bersejarah dengan memastikan tiket pulang bagi tim asuhan Carlos Dunga. Kebobolan duluan dan gagal membalas di babak pertama, babak kedua menjadi milik Belanda. Satu gol bunuh diri dan satu gol dari kepala Wesley Sneijder, menyambut sundulan Dirk Kuyt.

Sepanjang 38 pertandingan, Brasil membuat catatan: tak pernah kalah setelah membobol gawang musuhnya duluan. Tapi di perempat final Piala Dunia 2010 ini, rekor itu bubar.

Adalah Felipe Melo, yang tugasnya bertahan dari lapangan tengah, yang berperan dalam meramu gol pertama Brasil malam itu. Ia mengirim bola menerobos pertahanan Belanda. Kiriman diterima Robinho, yang sukses melesakkan gol.

Di babak kedua, menit 53, skor berubah seri 1-1. Umpan silang Sneijder menukik ke depan gawang. Kiper Julio Cesar memutuskan hendak menepisnya. Tapi Melo ternyata sudah di udara juga, menghalangi gerak Cesar. Mungkin si Jabulani memilih menyenggol kepala Melo. Sudut yang tercipta cukup pas untuk membuat pasukan Oranje girang merayakan gol.

Aih, Brasil dan gol bunuh diri pertama di Piala Dunia.

Lalu di menit 68, di gol kedua Belanda, Melo pula yang berdiri paling dekat dengan Sneijder. Entah ada apa dengan Melo malam itu. Saat mengawal Robben, kakinya menyenggol dan menyebabkan si botak Oranje itu jatuh. Tapi kaki Melo tak berhenti (mungkin ia kesal pada Robben, seperti banyak fans Brasil yang menonton laga itu). Alas sepatu bolanya masih memberi bonus tambahan, menginjak Robben, yang tampak makin kesakitan. Melo diberi kartu merah, dan Brasil pun harus bermain dengan sepuluh orang. Simak videonya:
Tapi kita memang tak bisa menyalahkan Melo. Tak tepat pula bila kita kagumi provokasi Robben belaka, walau memang pada beberapa kesempatan ia lebih mirip aktor yang terguling meski tidak tersentuh atau hanya terbentur tipis. Sehingga, Robinho mengumpat sambil menunjuk muka Robben. Wasit melerai. Dan Robben tetap mengaduh dengan wajah makin menderita.

Di tepi lapangan ada Carlos Dunga. Frustrasinya berulang kali tertangkap kamera. Ia berteriak, mengumpat, memukul tiang atap bangku-bangku cadangan. Dialah sang ahli strategi yang membuat Brasil melempem. Harapan melihat kecantikan permainan Brasil, di Piala Dunia kali ini, lenyap oleh Dunga, yang memang mengaku mementingkan kemenangan.

Malam itu, kecantikan Brasil pudar. Dan menang yang dipentingkan Dunga tak bisa diraih. Di hadapan pers, Dunga menimpakan semua kesalahan itu pada dirinya sendiri. "Untuk masa depan saya, saya sudah bilang masa kepelatihan saya hanya berlangsung empat tahun," kata Dunga, yang melatih sejak 2006. Apakah ia undur diri?
Yang pasti, Brasil akan menjadi tuan rumah 2014. Dunia pun menunggu mereka menjamu para tamu dengan permainan cantiknya.
thumbnail

Belanda Kirim Brazil Pulang

Getty Images 
Belanda berhasil membukukan satu tempat di semi-final Piala Dunia 2010 setelah dalam pertandingan perempat-final di Stadion Nelson Mandela Bay, Port Elizabeth, mengalahkan Brasil 2-1.

Sukses menempatkan diri di empat besar ini sekaligus membayar hasil pahit yang didapat Belanda pada Piala Dunia 1998 di Prancis. Ketika itu, Belanda tersingkir setelah dikalahkan melalui drama adu penalti.

Dalam pertandingan itu, Belanda mengambil inisiatif menyerang. Dirk Kuyt yang mendapatkan bola dari Robin van Persie tidak memberikan ancaman berarti bagi pertahanan Brasil di awal laga.

Brasil sempat mencetak gol lebih dulu ketika pertandingan baru berjalan delapan menit melalui Robinho usai menerima umpan dari Luis Fabiano. Namun gol dianulir wasit Yuichi Nishimura, karena striker tim Samba ini berada dalam posisi off-side.

Tapi gol Robinho hanya sebatas penundaan saja. Sebab dua menit berselang, Robinho yang menerima umpan dari Felipe Melo kembali menjebol gawang Belanda, dan kali ini tidak berada dalam posisi off-side.

Tertinggal gol cepat Brasil ini membuat kubu Belanda tersentak. Mereka berusaha mengejar ketertinggalan. Tendangan mendatar Kuyt bisa dimentahkan kiper Julio Cesar.

Brasil pun tidak memberikan kesempatan kepada Belanda untuk mengembangkan permainan. Selecao kembali melakukan tekanan ke pertahanan Belanda. Juan nyaris membawa Brasil unggul 2-0 pada menit ke-25, tapi tendangannya masih melebar dari mistar gawang.

Kiper Maarten Stekelenburg melakukan penyelamatan gemilang ketika ia menghalau bola dengan satu tangan untuk mencegah tendangan melengkung Kaka berbuah menjadi gol pada menit ke-32. Hingga babak pertama usai, Brasil masih unggul satu gol.

Di babak kedua, Belanda yang bernafsu menyamakan kedudukan menekan pertahanan Brasil. Serangan sporadis dilakukan tim Oranye. Upaya itu membuahkan hasil pada menit ke-54.

Berawal dari umpan silang dari sektor kanan, Julio Cesar yang berusaha meninju bola tidak mengenai sasaran. Melo yang di saat bersamaan ingin membuang bola justru mengarahkan si kulit bundar ke dalam gawang sendiri. Kedudukan pun menjadi imbang 1-1.

Gol itu melecut motivasi pemain Belanda. Sneijder sukses merobek jala Cesar melalui sundulan kepala setelah bola liar dari Kuyt diselesaikan dengan baik pada menit ke-67.

Upaya Brasil untuk menyamakan kedudukan semakin berat setelah harus bermain dengan sepuluh orang di menit ke-73, karena Melo diganjar kartu merah akibat perbuatan tidak terpujinya menginjak Arjen Robben.

Bahkan Belanda Nyaris dua kali menjebol gawang Brasil di sepuluh menit terakhir lewat Kuyt dan Sneijder. Namun peluang ini terbuang percuma. Hingga laga usai, skor 2-1 untuk kemenangan Belanda tetap bertahan.
thumbnail

Jerman Diramalkan Menang(Video)


Argentina akan berhadapan dengan Jerman dalam perempat final Piala Dunia 2010, Sabtu (3/7) besok. Siapa pemenangnya? Paul memprediksikan Jerman yang akan keluar jadi pemenang. Siapa Paul? Cuma seekor gurita penghuni Sea Life Aquarium di Oberhausen, Jerman.
Gurita? Iya... Tapi jangan salah, sang gurita selalu sukses memprediksi empat pertandingan Jerman sebelumnya.
Paul menjadi terkenal karena prediksinya seringkali tepat. Selasa siang, pihak Sea Life Aquarium kembali mencoba mendapat prediksi Paul. Caranya, dua buah kotak kaca yang ditempeli bendera Argentina dan Jerman diisi kerang.
Semula Paul ragu-ragu kotak mana yang ia pilih. Tanja Munzig mengatakan Paul sempat tak mau mendekati kedua kotak selama satu jam. Ia akhirnya memilih kotak di bagian kanan yang bergambar bendera Jerman.
Tanja Munzig dari Sea Life Aquarium seperti dikutip AP mengatakan:
"Paul terus menatap kaca Jerman dan ketika kami ingin mengambil kedua kotak, dia tiba-tiba melompat ke kotak berbendera Jerman dan menelan kerangnya. Semua perilaku itu menunjukkan bahwa pertandingan Sabtu akan sangat sulit, bisa dilalui dengan perpanjangan waktu bahkan adu penalti. Tapi pada akhirnya Jerman akan menang."
Bukan kali ini saja gurita berusia 2 tahun itu membuat prediksi yang tepat. Ia memprediksi Jerman menang atas Inggris -- Jerman menang 4-1. Padahal Paul sebenarnya lahir di Inggris. Ia juga meramalkan kemenangan atas Australia (4-0) dan Ghana (1-0) serta kalah dari Serbia (0-1).
Selama Piala Eropa 2008, prediksinya 80 persen tepat dari semua partai Jerman. Termasuk saat Der Panzer kalah 0-1 dari Spanyol di partai final. Ini video waktu Paul memprediksikan Jerman vs Inggris...

Foto: Patrick Stollarz/AFP/Getty Images